Sirosis Hati Adalah …

Sirosis adalah kerusakan hati jangka panjang atau kronis yang menyebabkan luka pada hati. Perkembangan penyakit yang perlahan-lahan mengakibatkan jaringan sehat digantikan oleh jaringan rusak.

Dan pada akhirnya, hati tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Jaringan yang rusak akan menghambat aliran darah yang melewati hati. Fungsi hati dalam memproses nutrisi, hormon, obat dan racun yang diproduksi tubuh akan melambat. Produksi protein dan unsur lain yang terjadi di dalam hati juga akan terhambat.

Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh sirosis tidak bisa diperbaiki dan bahkan bisa menyebar lebih luas hingga akhirnya hati tidak bisa berfungsi dengan benar.

Kondisi inilah yang sering disebut dengan istilah gagal hati. Sebelum sirosis menyebabkan gagal hati, perkembangannya berlangsung bertahun-tahun. Penanganan yang dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan penyakitnya.

Sebagaimana kita ketahui, hati memiliki banyak peranan penting. Diantaranya:

  • Menyimpan nutrisi berlebih dan mengembalikan sebagian nutrisi ke dalam aliran darah
  • Memproduksi protein dalam darah untuk membantu penggumpalan, pengiriman oksigen, dan fungsi kekebalan tubuh
  • Membantu menyimpan gula dalam bentuk glikogen
  • Menyingkirkan unsur berbahaya dalam aliran darah, termasuk di antaranya minuman keras dan obat-obatan
  • Menghancurkan lemak jenuh dan menghasilkan kolesterol
  • Memproduksi cairan empedu, yaitu unsur yang dibutuhkan untuk mencerna makanan.

Penyebab Penyakit Sirosis Hati

Ada banyak penyebab sirosis. Penyebab paling umum adalah kebiasaan meminum alkohol dan infeksi virus hepatitis C. Sel-sel hati Anda berfungsi mengurai alkohol, tetapi terlalu banyak alkohol dapat merusak sel-sel hati.

Infeksi kronis virus hepatitis C menyebabkan peradangan jangka panjang dalam hati yang dapat mengakibatkan sirosis. Sekitar 1 dari 5 penderita hepatitis C kronis mengembangkan sirosis. Tetapi hal ini biasanya terjadi setelah sekitar 20 tahun atau lebih dari infeksi awal.

Penyebab Umum Penyakit Sirosis Hati

  • Hepatitis autoimun. Sistem kekebalan tubuh biasanya membuat antibodi untuk menyerang bakteri, virus, dan kuman lainnya. Pada hepatitis autoimun,sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap sel-sel hati yang dapat menyebabkan kerusakan dan sirosis
  • Non-alcohol steato-hepatitis (NASH). Ini adalah kondisi di mana lemak menumpuk di hati sehingga menciptakan jaringan parut dan sirosis. Kelebihan berat badan (obesitas) meningkatkan risiko Anda mengembangkan non-alcohol steato-hepatitis
  • Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga tekanan darah terhambat dan merusak sel-sel hati. Sebagai contoh, sirosis bilier primer, primary sclerosing, dan masalah bawaan pada saluran empedu.
  • Reaksi parah terhadap obat tertentu
  • Beberapa racun dan polusi lingkungan
  • Infeksi tertentu yang disebabkan bakteri dan parasit
  • Gagal jantung parah yang dapat menyebabkan tekanan balik darah dan kemacetan di hati.
  • Beberapa penyakit warisan langka yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati, seperti hemokromatosis (kondisi yang menyebabkan timbunan abnormal zat besi di hati dan bagian lain tubuh) dan penyakit Wilson (kondisi yang menyebabkan penumpukan abnormal zat tembaga di hati dan bagian lain tubuh)
  • Infeksi kronis virus hepatitis B.

Seseorang yang mengidap sirosis hati biasanya mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Kehilangan selera makan
  • Keletihan atau kekurangan energi
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki dan perut atau edema
  • Penurunan atau kenaikan berat badan secara tiba-tiba
  • Memar
  • Kulit dan putih mata berwarna kuning atau sakit kuning (jaundice)
  • Mual dan muntah
  • Muntah darah
  • Kulit mengalami gatal-gatal.

Diagnosis Penyakit Sirosis

Terdapat beberapa cara yang bisa digunakan untuk mendiagnosis sirosis, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan mengamati perubahan fisik yang terjadi pada pasien
  • Tes darah. Sampel darah diambil untuk mengetahui tingkat fungsi hati dan kerusakan jika ada
  • CT scan, MRI, ultrasound, dan beberapa prosedur pencitraan lain mungkin diperlukan untuk melihat kondisi hati
  • Pengambilan sampel jaringan dari hati.

Related Posts