Notice: Undefined index: buttonizer-multifunctional-button/freemius in /var/www/html/autoimuncare.com/wp-content/plugins/press-elements/libs/freemius/start.php on line 173

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/html/autoimuncare.com/wp-content/plugins/press-elements/libs/freemius/start.php on line 178

Notice: Undefined index: buttonizer-multifunctional-button/freemius in /var/www/html/autoimuncare.com/wp-content/plugins/press-elements/libs/freemius/start.php on line 256
Tuberkulosis – AUTOIMUNCARE

Tuberkulosis

Tuberkulosis adalah penyakit yang ditimbulkan karena adanya infeksi akut atau kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis.

Bakteri ini tumbuh lambat dengan cara belah diri setiap 18-24 jam pada suhu optimal. Selain itu bakteri ini hidup sebagai parasit intrasel sehingga pertahanan tubuh yang terpenting terhadap bakteri tersebut dilakukan oleh sistem imunitas seluler.

Masa inkubasi sejak terinfeksi lesi primer atau reaksi uji tuberkulin yang bermakna adalah 4-12 minggu. Risiko progresif menjadi tuberkulosis paru atau tuberkulosis di luar paru adalah 1-2 tahun setelah terinfeksi dan mungkin menetap sebagai infeksi laten.

Kuman Mycobacterium berbentuk batang, tahan terhadap asam pada pewarnaan dan berukuran kira-kira 1,5-4 mikron x 0,3-0,6 mikron. Bakteri ini terdapat dalam butir percikan dahak (droplet nuclei) yang melayang di udara untuk waktu yang lama sehingga dimungkinkan terhisap orang atau mati dengan sendirinya karena sinar matahari langsung.

Droplet nuclei berukuran sangat kecil (5 mikron) sangat berbahaya pada terjadinya penularan penyakit. Percobaan pada binatang terhadap penderita silicosis menunjukkan bahwa droplet nuclei dapat melalui bronkhiolus yang paling halus berukuran 2-3 mikron, sehingga diperkirakan jumlah bakteri yang dapat masuk ke alveolus dan menyebabkan penyakit tidak lebih dari satu kuman saja.

Bakteri biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara pernapasan ke dalam paru dan dapat menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya, melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfa, melalui saluran napas (bronchus) atau menyebar langsung ke bagian-bagian tubuh lainnya serta dapat terjadi pada sekelompok umur, baik di paru maupun di luar paru.

Diagnosa TBC

Jika anda mengalami gejala yang telah dipaparkan di atas maka sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk dapat didiagnosa penyakit yang anda alami apakah itu memang positif TBC atau penyakit lainnya yang memiliki gejala hampir serupa. Berikut ini diagnosa yang akan dilakukan oleh pihak medis untuk mendiagnosa penyakit TBC :

  1. Pemeriksaan fisik

Pada tahap pemeriksaan awal, biasanya dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien dan bertanya mengenai gejala yang telah dialami.

  1. Pemeriksaan Sampel Darah

Selain dahak yang menjadi sampel, darah pasien pun bisa digunakan sebagai sampel. Darah yang dianalisis ini juga bisa membantu tim medis untuk mengetahui keadaan antibodi di dalam tubuh dan sifat dari penyakit TBC itu sendiri apakah termasuk dalam TBC laten atau TBC aktif.

  1. Pemeriksaan kelenjar getah bening

Setelah gejala dan pemeriksaan fisik cukup membuat yakin dokter bahwa itu adalah penyakit TBC maka selanjutnya yang akan dilakukan adalah memeriksa apakah ada pembengkakan di kelenjar getah bening dan memeriksa keadaan paru-paru pasien.

  1. Pemeriksaan Sampel Dahak

Cara diagnosa lainnya yang dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit TBC adalah dengan mengambil sampel dahak. Dahak biasanya diambil pada waktu dahak pagi hari ketika pasien baru bangun tidur kemudian dianalisis di laboratorium. Pemeriksaan sampel dahak ini juga bisa membantu tim medis menemukan sifat dari bakteri apakah tahan banting terhadap antibiotic atau tidak.

Pengobatan TBC Secara Medis

Meskipun penyakit ini bisa menimbulkan kematian pada penderitanya dan bisa menular dengan cepat namun penyakit ini masih bisa disembuhkan. Kemungkinan pasien meninggal akibat TBC dikarenakan tidak mendapatkan pengobatan yang intensif dan tepat, membawa TBC dalam keadaan parah pun membuat pengobatan menjadi sulit dilakukan.

Langkah pengobatan pertama yang akan dihadapi oleh para penderita adalah dengan meminum antibiotik supaya dapat menghilangkan bakteri yang ada di dalam tubuh. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan obat antibiotik pada penderita TBC dan dalam pengobatan TBC:

  1. Antibiotik harus sesuai resep dokter, sebab ada banyak bahaya antibiotik jika tanpa resep dokter dan dikonsumsi secara berlebihan.
  2. Adapun jenis-jenis antibiotik yang bisa diberikan kepada para pasien TBC antara lain adalah rofampicin, ethambutol, pyrazinamide dan isoniazid.
  3. Setiap obat pasti memiliki efek samping begitu pula dengan obat yang sudah antibiotik yang disebutkan tadi, hal ini terutama pada jenis obat rifampicin dan ethambutol.
  4. Untuk masa pengobatan penyakit TBC ini sendiri akan berbeda-beda antara satu penderita dengan lainnya. hal ini akan tergantung pada kondisi kesehatan dan tingkat keparahan dari penyakit TBC itu sendiri.
  5. Semakin parah penyakit TBC yang dialami maka proses penyembuhannya pun akan semakin lama dan sulit. Oleh karena itu akan sangat baik jika anda sudah mengalami gejala dan langsung pergi ke dokter supaya bisa dilakukan pengobatan sejak dini lebih awal.
  6. Ketika penderita penyakit TBC sudah melakukan pengobatan biasanya penyakit ini akan mulai membaik dan tidak akan menular pada saat dua hingga tiga minggu dari masa pengobatan awal.
  7. Meskipun penderita TBC sudah dinyataka pulih namun mereka harus tetap mengkonsumsi antibiotic selama 5 hingga 6 bulan kemudian untuk memastikan bahwa bakteri penyebab penyakit TBC memang benar sudah hilang dari tubuh.

Cara mencegah penyakit TBC

Penyakit TBC merupakan penyakit yang berbahaya karena berkaitan dengan pernapasan. Oleh karena itu Anda harus berusaha mencegah sedini mungkin agar penyakit ini tidak menghinggapi tubuh. Untuk Anda yang memiliki kebiasaan merokok, berhentilah mulai sekarang juga. Kebiasaan merokok sangat merusak kesehatan tubuh dan memicu timbulnya berbagai penyakit berbahaya termasuk penyakit TBC ini.

Anda juga dapat melakukan upaya pencegahan penyakit TBC dengan rutin menjalani olahraga. Olahraga akan membuat tubuh semakin bugar dan meningkat kesehatannya dan menjaga kekebalan tubuh. Dengan begitu penyakit tidak mudah bersarang sehingga Anda terhindar dari penyakit berbahaya. Yang jelas, melakoni gaya hidup sehat sangat penting untuk menjaga kesehatan dan pencegahan penyakit.

Penyakit TBC umumnya ditularkan melalui udara. Solusinya, Anda bisa menggunakan masker ketika akan pergi ke tempat-tempat keramaian atau tempat yang memiliki udara kotor. Masker dapat melindungi pernapasan dari udara jahat yang kotor akibat polusi.

[vc_cta h2=”Apa Itu Pulmohealer?” add_button=”bottom” btn_title=”Klik untuk Lihat Produk!” btn_style=”flat” btn_shape=”square” btn_color=”warning” btn_size=”lg” btn_align=”center” btn_button_block=”true” btn_link=”url:http%3A%2F%2Fwww.autoimuncare.com%2FPulmohealer%2F|||”]Pulmohealer adalah produk dari PT. Autoimuncare Indonesia ( PT. AICI ) yang khusus mengatasi berbagai penyakit paru-paru. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat Pulmohealer banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

Pulmohealer bereaksi cepat, dijamin aman, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi Tubuh Anda.[/vc_cta]

Related Posts